Wednesday, November 6, 2013

Ngemil tapi Tak Gemuk



SERINGKALI saat rasa ingin ngemil muncul, hal itu suka memengaruhi program diet seseorang. Tak jarang, mereka pun terjebak mengonsumsi makanan berkalori tinggi.

Kendati demikan, Anda tak usah cemas. Sebab, di bawah ini ada kelompok makanan camilan berkalori rendah yang bisa diandalkan begitu hasrat ngemil Anda muncul. Berikut ulasannya, seperti dilansir Healthmeup.

• Cokelat panas, teh hijau dengan rasa lemon tea, minuman ini sangat sehat untuk menurunkan berat badan. Pilih teh hijau, kandungan antioksidan yang besar hal itu akan menjaga kesehatan Anda dengan baik dan mencegah berbagai penyakit .

• Pilihlah makanan yang dikukus seperti kue, atau buah-buahan dan sayuran bila perut membutuhkan camilan di malam hari. Hal itu karena makanan ini rendah kalori, cukup mengisi dan juga menyehatkan.

• Pilihlah baked sereal  seperti sereal gandum. Ya pasalnya, jenis makanan rendah kalori dan sangat sehat.

• Buah koktail bisa Anda jadikan camilan harian Anda. Pilihlah buah-buah kesukaan dalam koktail dimana tak hanya bernilai gizi yang baik tetapi juga memiliki rasa yang enak.

• Membuat roti yang ditambahkan sirup aneka buah-buahan. Sirup jeruk, misalnya.

• Krim buah, es krim dan gelatin makanan ringan merupakan makanan ringan yang menakjubkan untuk non-vegetarian. Mereka lezat dan akan meleleh di mulut Anda. Hanya berhati-hati saat memilih jenis makanan itu, pilihlah varian yang sehat dan ingat konsumsilah secukupnya

Buah Yang tidak baik untuk Balita



Buah merupakan makanan yang sangat penting bagi kesehatan anak. Anak yang kekurangan vitamin maka akan berpengaruh bagi tumbuh kembang anak. Namun jangan asal-asalan memberikan semua buah pada anak-anak usia bawah tiga tahun (batita).

"Tumbuh kembang itu anak bertambah tinggi, umur, dan berat badan serta aktivitas dan fungsi kognitifnya bertambah. Nah agar tumbuh kembangnya itu baik, perlu sayur dan buah. Tapi tetap harus dilihat umurnya. Karena tetap ada buah yang tidak boleh," ujar Dr dr Saptawati Bardosoni MSc, dokter ahli gizi dan salah satu pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Hal tersebut ia sampaikan pada acara peluncuran Bebelac Complete Fruit and Vegie di Ritz Carlton, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, pada Kamis (26/9/2013).

Menurut Saptawati, sejak anak masih mengonsumsi makanan lunak, ada baiknya sudah mulai mengenalkan buah. Terutama pisang, dengan sebelumnya dilumatkan terlebih dahulu. Lalu dikenalkan pula buah-buahan berwarna lainnya.

"Buah-buah yang berwarna itu bagus sekali ya, banyak vitaminnya. Buah yang lain juga bagus, tapi untuk nanas sebaiknya tidak. Karena rasanya yang asam dan kalau tidak pintar mengolahnya bisa bikin gatal," tuturnya.

Ia juga mengatakan bahwa selain nanas, buah yang sebaiknya tidak dimakan oleh anak usia batita adalah durian, nangka, dan buah dengan tekstur keras serta baunya merangsang.

"Lalu, buah-buahan yang tidak mengandung vitamin dan cuma manis saja, selain buah-buahan berwarna itu ya, lebih baik tidak usah dikasih," tutup Saptawati

Saturday, November 2, 2013

Ini Sebabnya Bayi Manusia Butuh ASI dalam 6 Bulan Awal Hidupnya



Sudah menjadi hal yang umum jika dalam tahap awal hidupnya bayi memerlukan air susu ibu (ASI) yang cukup, terutama hingga usianya mencapai 6 bulan. Namun apa sebenarnya yang membuat konsumsi ASI sangat penting bagi hidup bayi?

"Sama seperti mamalia lain, seperti gajah, zebra, dan paus, secara kodratnya wanita memang dilahirkan untuk menyusui dan bayi untuk menyusu," ujar Mia Sutanto, SH, LLM, konselor sekaligus Ketua Umum Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI).

Hal tersebut ia sampaikan dalam acara konferensi pers yang diselenggarakan di Penang Bistro, Grand Indonesia West Mall, Jl MH Thamrin, Jakarta, Jumat (18/10/2013).

Dilanjutkan oleh Mia, ibu siapapun, baik ibu hewan seperti paus dan onta, maupun ibu manusia, memiliki komposisi ASI spesifik untuk bayinya, yang disebut sebagai spesies spesifik.

"Misalnya ASI milik paus, kandungan lemaknya banyak karena habitat mereka ada di tempat dingin. Nah sebaliknya pada unta, mereka punya ASI yang kandungan lemaknya rendah," tutur Mia.

Oleh sebab itu, Mia sangat menganjurkan kita sebagai manusia mendapatkan ASI secara eksklusif selama 6 bulan awal. Sebab ASI memiliki kandungan lengkap akan karbohidrat, protein, lemak, dan nutrisi lainnya. Sebab menurutnya ASI merupakan sesuatu yang telah diatur dengan sangat baik oleh Tuhan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak.

Agar Badan Tak Melar, Pekerja Kantoran Sebaiknya Terapkan Pola Makan Ini



Sebagai pekerja kantoran yang lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer dan jarang olahraga, peningkatan berat badan akan lebih mudah terjadi. Oleh sebab itu, pengaturan pola dan asupan makanan bisa menjadi faktor penting yang harus Anda perhatikan.

Salah satu trik dasar untuk mewujudkannya adalah dengan mencegah munculnya rasa lapar. Berikut pola makan yang bisa Anda terapkan untuk menjaga berta badan tetap stabil saat bekerja, seperti dilansir Times of India, Rabu (23/10/2013):

 

Pagi

Sekitar 1 jam setelah bangun mulailah aktifkan metabolisme tubuh dengan makan makanan seperti buah, kacang almond, biji bunga matahari, dan kenari. Kacang merupkanan sumber serat yang baik, mengandung lemak sehat dan protein. Melewatkan sarapan akan membuat tubuh lebih sulit untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil dan otak tetap efektif selama jam kerja. Untuk itu, pastikan Anda tetap sarapan setidaknya dengan telur rebus atau roti.

Ganti kopi dengan teh hijau di pagi hari. Teh hijau sarat dengan antioksidan yang memberikan berbagai manfaat kesehatan seperti meningkatkan metabolisme, melancarkan pencernaan yang baik, dan mencegah kerusakan radikal dalam sel.

Siang

Apa yang Anda pilih untuk menu makan siang dapat memberikan dampak besar pada berat badan dan tingkat energi. Oleh sebab itu, pilihlah menu  seperti gandum, sayuran, daging ayam atau ikan tuna. Hindari mengonsumsi keju di siang hari sebisa mungkin.

Sore

Sekitar 2 jam setelah makan siang biasanya Anda akan kembali lapar, pastikan otak tetap cukup mendapat asupan gula agar terhindar dari kondisi kelelahan dan lesu. Pilih camilan yang kaya akan protein seperti almond, yogurt, dan biji bunga matahari. Makanan seperti ini akan memberikan Anda cukup karbohidrat dan protein.

Malam

Untuk malam hari, cara terbaik untuk tetap sehat saat makan adalah dengan makan sayuran terlebih dahulu, kemudian menu protein seperti daging ayam atau ikan yang diolah tidak dengan cara digoreng, dan terakhir karbohidrat, seperti beras merah. Namun yang paling penting, pastikan Anda selesai makan malam minimal 2 jam sebelum tidur.

Menyusui, Hindari Asupan ini



MEMERHATIKAN asupan tidak hanya (wajib) Anda lakukan saat masa kehamilan saja. Pada waktu menyusui buah hati pun Busui harus mengatur dan memahami makanan apa saja yang sudah masuk ke tubuhnya. Ini semua semata-mata bukan untuk memperlancar/memperbanyak produksi ASI, tapi juga untuk kesehatan sang bayi tercinta.

Untuk memroduksi 600-800 ml air susu ibu (ASI) per hari, seorang ibu menyusui membutuhkan tambahan 500 kalori dalam tubuhnya! Menjalankan pola makan diet seimbang dengan makanan bernutrisi adalah yang terbaik, namun makanan tertentu - tidak peduli berapa besar Anda menyukainya – mungkin tidak cocok untuk bayi Anda, terutama bayi berusia kurang dari sebulan. Jika bayi rewel, ruam, alergi, coba cek, mungkin ini ada kaitannya dengan makanan yang Moms konsumsi. Seperti dilansir dari babyzone.com, berikut ini beberapa asupan yang perlu Busui hindari, seperti dikutip dari Tabloid Mom & Kiddie.

Soda dan Kafein

Jika Moms menyukai kopi, teh dan minuman bersoda, sebaiknya hindari selama menyusui si kecil. Walau Anda mencoba mengonsumsi minuman tersebut sedikit saja, kafein akan terdapat dalam ASI Moms.

Kafein adalah zat yang mudah diserap oleh usus. Bahkan, lebih dari 99 persen kafein yang dikonsumsi akan segera diserap oleh darah dan didistribusikan ke seluruh bagian tubuh hingga otak.

Sebaliknya, kafein adalah zat yang tidak mudah dikeluarkan oleh tubuh melalui urin. Pada orang dewasa dibutuhkan waktu hingga 5-6 jam untuk mengeluarkan setengah dari kadar kafein dalam darah. Sedangkan, bayi membutuhkan waktu hingga 14 jam untuk mengeluarkan kafein. Hal tersebut disebabkan tubuh bayi masih sukar memetabolisme kafein yang masuk.

Selain itu, minuman yang mengandung soda dan kafein ini juga dapat menimbulkan gas yang membuat perut ibu maupun bayi menjadi tidak nyaman. Solusi terbaik adalah hindari minuman tersebut terutama saat bayi berusia kurang dari satu bulan.

Jeruk

Walau jeruk baik untuk meningkatkan energi ibu yang sedang menyusui, namun kandungan asam yang terlalu tinggi pada jeruk dapat mengganggu sistem pencernaan bayi yang masih belum sempurna.

Jika Busui mengonsumsi jeruk secara berlebihan maka dapat menyebabkan bayi menjadi rewel dan mengalami ruam popok. Sebaiknya, Moms mengurangi konsumsi jeruk dan mendapatkan vitamin C dari buah lainnya, seperti jambu merah, mangga, dan pepaya.

Brokoli

Merupakan sayuran bernutrisi tinggi dan mengandung antioksidan yang baik bagi tubuh. Sayangnya brokoli dan kembang kol dapat menyebabkan perut bayi mulas dan sering buang angin karena efek gas yang ditimbulkannya. Oleh karena itu, sebaiknya kurangi konsumsi brokoli maupun kembang kol dalam menu masakan untuk sementara waktu. Sebagai pengganti, Moms bisa mengonsumsi bayam atau wortel.

Makanan Pedas dan Bersantan

Makanan pedas memang sangat nikmat di lidah, namun tidak bagi bayi mungil Moms yang saluran pencernaannya masih belum sempurna. Demikian juga, bila saluran pencernaan Moms sensitif pada makanan pedas, tentu Anda akan merasakan mulas di perut yang dapat mengganggu aktivitas.

Rasa ASI ditentukan oleh apa yang Moms makan. Jadi, jika bayi rewel saat sedang menyusu, mungkin saja karena rasa ASI-nya yang tiba-tiba terasa pedas. Solusinya, Moms bisa mengganti bubuk cabai pada masakan dengan jahe untuk memberi efek hangat di perut.

Bawang Putih

Harum bawang putih pada makanan akan membuat Moms semakin berselera. Namun, tidak bagi bayi Anda! Bawang putih memiliki aroma yang sangat kuat dan bayi Moms mungkin saja tidak menyukainya. Jika bayi terlihat rewel atau bahkan menangis karena mencium aroma bawang putih pada ASI Moms, sebaiknya hindari bawang putih selama menyusui.

Makanan yang Memicu Alergi

Apakah Moms atau Dads memiliki alergi? Jika ya, sebaiknya Moms berhati-hati dalam mengonsumsi makanan karena bisa saja alergi tersebut diturunkan pada si kecil. Bila bayi mengalami alergi, seperti ruam, gatal-gatal pada tubuh, maka Moms harus segera memeriksa makanan apa yang telah Moms konsumsi. Jika Moms sudah tahu, segera hentikan mengonsumsi makanan tersebut dan konsultasikan ke dokter.

Gandum

Merupakan sumber asam folat yang sangat baik bagi tubuh. Asam folat sendiri merupakan komponen yang penting dan dibutuhkan oleh bayi. Istimewanya, gandum juga mengandung serat. Gandum bisa diperoleh dari roti atau sereal gandum. Namun, jika setelah Moms mengonsumsi gandum dan menyusui lalu bayi menunjukkan gejala seperti menangis terus menerus, dan tinjanya berdarah, bisa jadi bayi Moms alergi terhadap gandum. Apabila terjadi hal demikian, maka segeralah periksakan ke dokter.

Susu Sapi

Susu sapi memang baik untuk memenuhi kebutuhan kalsium pada tulang. Namun, Busui sebaiknya berhati-hati ketika mengonsumsi susu tersebut. Seperti diketahui, setiap makanan yang dikonsumsi Busui akan diserap dan dialirkan ke seluruh tubuh termasuk ke ASI. Susu sapi yang diminum ibu akan mengalir ke dalam ASI dan secara tak langsung bayi juga akan minum susu sapi tersebut. Akibatnya, akan terjadi reaksi alergi bahkan sampai diare karena pencernaan bayi yang belum kuat. Alergi susu sapi pada bayi ini terjadi karena terbentuknya mekanisme pertahanan saluran cerna bayi yang belum sempurna.

Protein susu sapi dikenal sebagai alergen tersering pada banyak reaksi hipersensitivitas bayi. Susu sapi juga merupakan komponen yang bisa mengganggu respons kekebalan tubuh atau alergi pada tubuh bayi. Solusinya, jika bayi mengalami reaksi alergi susu sapi, sebaiknya Moms membatasi atau menghilangkan konsumsi susu sapi dalam daftar menu. Sebagai ganti, Moms bisa coba untuk menggantinya dengan susu kedelai.

Telur

Merupakan salah satu komposisi utama beragam jenis makanan. Kuning telur adalah salah satu dari beberapa sumber-sumber alami vitamin D, gizi yang penting untuk menjaga tulang kuat dan membantu pertumbuhan tulang bayi. Selain itu, telur juga merupakan cara yang fleksibel untuk memenuhi kebutuhan protein harian.

Meskipun memiliki segudang manfaat, banyak anak justru mengalami alergi terhadap telur, juga bahan lain seperti susu, gandum, dan kacang-kacangan. Efek dari alergi telur yakni perut terasa kembung. Pada masa awal menyusui, sebaiknya hentikan konsumsi makanan yang rentan menimbulkan alergi untuk sementara waktu.

Friday, October 18, 2013

Bahaya Tersembunyi Jika Kelamaan Nonton Televisi



BERSANTAI dengan duduk menonton televisi memang tampaknya mengasyikkan. Namun, terlalu lama duduk di depan televisi bisa membahayakan Anda. Apa pasal?

Sebuah penelitian baru mengatakan bahwa menonton televisi bisa berdampak terhadap kesehatan. Semakin lama menghabiskan waktu menonton televisi akan menyebabkan arteri kaku yang merupakan tanda kemungkinan terkena penyakit jantung di masa depan.

“Faktanya adalah arteri Anda tidak elastis, maka predisposisi kemunginan menyebabkan mengembangkan hipertensi dan penyakit kardiovaskular di kemudian hari”kata Isabel Ferreira, senior epidemiologist dari Maastricht University, Belanda.

Ferreira bersama teman-temannya mengatakan dalam The British Journal of Sports Medicine bahwa menonton TV berhubungan dengan peningkatan berat badan, kolesterol, tekanan darah dan diabetes.

Para peneliti menjelaskan bahwa diperkirakan orang yang menghabiskan lebih banyak waktu di depan televisi, cenderung untuk terjaga di malam hari dan kurang aktif secara fisik. Hal ini tentunya akan menyebabkan berbagai masalah yang berhubungan dengan gaya hidup.

Selanjutnya, ia mengatakan bahwa sesuai dengan rekomendasi dari The American Academy of Pediatrics, istirahat duduk santai maksimal adalah sekitar dua jam per hari. Selain itu, efek negatif dari terlalu lama duduk bisa bertambah bila tidak diimbangi dengan berolahraga.

“Hal yang aneh adalah bahkan jika mereka melakukan aktivitas fisik, itu mungkin juga tidak memperbaiki efek buruk dari terlalu lama duduk santai,”jelasnya.

Ini yang Wajib Dibawa saat Puncak Haji di Armina



Puncak haji yang akan berlangsung sepekan lagi, membuat jamaah haji harus mempersiapkan segala sesuatu. Apa saja persiapan yang wajib dilakukan?

Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, syarat yang paling utama yakni jamaah harus mempunyai fisik yang kuat.

“Kesiapan fisik diperlukan karena semua kegiatan di Armina menguras energi yang sangat besar,” kata Suryadharma usai meninjau lokasi pemondokan jamaah di Bahkhutmah, Makkah.

Selain itu, jaga kesehatan dengan jangan memaksakan ibadah sunah yang berlebihan. “Jika ada yang sudah melaksanakan umroh lima kali atau tujuh kali disetop dahulu, simpan tenaga untuk pelaksanaan Armina,” tuturnya.

“Saat di Arafah menuju Musdalifah dan Mina sebaiknya membawa makanan yang mengenyangkan, bergizi, dan menyehatkan. Misalnya bawa kurma, pisang ambon, dan roti, karena bisa jadi kita seharian di perjalanan. Padahal jaraknya hanya 13-15 kilometer antara Arafah sampai Mina bahkan ada pengalaman semalaman baru bisa tembus di Mina, oleh karenanya jaga kesehatan,” paparnya