Showing posts with label Karir. Show all posts
Showing posts with label Karir. Show all posts

Thursday, November 14, 2013

Jangan Main HP-Saat Interview



Kecanggihan teknologi informasi membuat kita seakan tidak bisa lepas dari telepon selular baik untuk membalas pesan singkat atau melihat update twitter. Parahnya, kebiasaan tersebut terbawa saat proses wawancara kerja.

Jika hal tersebut Anda lakukan, sudah pasti pewawancara akan kehilangan respek. Demikian disampaikan Human Resource (HR) PT Kideco Jakarta Ochlis ketika ditemui Okezone dalam Universitas Indonesia (UI) Career & Scholarship Expo XVI 2013.

"First impression atau kesan pertama itu penting. Makanya saat diwawancara Anda harus murah senyum, berpenampilan rapi, dan ber-attitude baik. Ada lho yang waktu interview sambil BBM-an atau SMS-an. Sebaiknya saat interview telepon genggam di-silent atau dimatikan," ujar Ochlis di Balairung UI, Depok, Jumat (13/9/2013).

Saat wawancara kerja, Ochlis mengingatkan agar para lulusan me-review materi yang dipelajari saat kuliah. Sebab, calon perusahaan ingin mengetahui pemahaman Anda terhadap bidang pekerjaan yang akan digeluti.

"Kuasai jurusan saat kuliah. Untuk fresh graduate yang kami kejar biasanya proses skripsi. Bagaimana dia mampu menjelaskan proses pembuatan, pemilihan topik, dan problem solving atas suatu kasus. Dari situ akan kelihatan. Untuk tingkatan experience, kami akan bertanya seputar pemecahan masalah berdasarkan pengalaman nyata," jelasnya.

Menurut Ochlis, tidak jaminan dengan gelar yang lebih tinggi membuat pengetahuan orang tersebut terhadap materi yang dipelajari lebih banyak. Hal ini disampaikan Ochlis berdasarkan pengalamannya ketika mewawancarai seorang calon karyawan lulusan S-2.

"Parah banget dulu ada. Saat saya mewawancarai orang S-2 posisi hukum. Dia lulusan dua universitas besar tapi ketika ditanya masalah Hukum, materi-materi dasar tidak paham sama sekali. Oleh karena itu, para calon karyawan harus update dengan informasi," ungkap Ochlis

Wednesday, September 25, 2013

Mau Resign? Timbang Dulu Positif & Negatifnya



Salah satu "penyakit" yang dialami oleh para fresh graduate ketika masuk dunia kerja adalah menjadi kutu loncat. Ketika merasa tidak kerasan dengan tekanan di dunia kerja, mereka memilih mengambil jalan untuk berhenti bekerja dan pindah ke perusahaan lain.

Menjadi kutu loncat bukanlah prestasi yang baik. Apalagi ketika pengalaman kerja di perusahaan tersebut masih di bawah satu tahun. Menurut Human Resource (HR) PT Kideco Jakarta Ochlis, dengan masa kerja itu karyawan belum mendapatkan ilmu yang banyak.

"Kalau tidak ingin merusak CV, resign setelah dua tahun bekerja. Karena dengan masa kerja satu tahun belum dapat apa-apa," ungkap Ochlis, ketika ditemui Okezone dalam Universitas Indonesia (UI) Career & Scholarship Expo XVI 2013 di Balairung UI, Depok, Jumat (13/9/2013).

Dia menyebut, ada beberapa faktor yang membuat seorang karyawan merasa tidak betah dari pekerjaan yang dijalani. Pertama, menemukan pekerjaan yang sesuai passion tapi lingkungan tidak mendukung. Yang kedua, pekerjaan tidak sesuai passion tapi lingkungan menyenangkan.

Untuk fresh graduate, kata Ochlis, alasan mereka untuk resign biasanya karena tawaran gaji yang lebih tinggi. Tapi mereka lupa mempertimbangkan sisi negatif dengan mengambil pekerjaan itu. Misalnya saja mereka jadi tidak punya kehidupan sosial

"Enjoy saja setiap pekerjaan di sebuah perusahaan pasti punya sisi negatif dan positifnya. Maka jangan hanya melihat dari satu pihak saja karena dengan begitu kita tidak akan pernah puas," tandasnya

Friday, September 6, 2013

Mau Nembus CPNS? Intip Dulu Tipsnya



Meraih kesuksesan bukan perkara sulit jika kamu mengetahui triknya. Kuncinya, cukup menjadi diri sendiri dan melakukan yang terbaik. Sukses bukan semata bertumpu pada hal-hal yang kamu lakukan. Lebih dari itu, kepercayaan diri pun sangat dibutuhkan. Seperti halnya jika kita ikut  tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Beberapa orang menilai, tes CPNS hampir sama dengan tes SNMPTN pada waktu masuk kuliah di perguruan tinggi. Jadi, bagi kamu yang kebingungan apa saja yang harus dipersiapkan, mending kita lihat tips-tips dari beberapa teman yang sudah bisa menembus tes ini.

Surya Pratama, misalnya. Laki-laki yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) ini membongkar kiat suksesnya lolos tes CPNS.

"Tipsnya, ada Tes Kemampuan Umum (TKU) dan kemampuan dasar, jadi harus banyak baca-baca buku tes. Seperti ngerjain ujian Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) saja. Sebenarnya banyak baca buku juga menjadi acuan untuk bisa melatih diri sendiri, seperti pengetahuan umum," ujar Surya saat dihubungi Okezone, Kamis (5/9/2013).

Lain Surya, lain pula Patricia Samantha Silalahi. PNS di Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) ini memberikan saran, sebelum ujian tes CPNS ada baiknya menyurvei tempat ujian agar tidak telat serta bisa fokus ke ujian.

"Tips-tips saat ujian CPNS, yaitu dari segi lokasi kita harus survei, karena ada kemungkinan kita enggak tahu itu ada di mana. Kita harus tahu lokasi, jangan sampai telat ke lokasi ujian. Jadi kita enggak perlu panik ketika mengerjakan ujiannya dan harus konsentrasi," ucapnya.

Selain itu, Patricia melanjutkan, sebelum hari H sebaiknya peserta ujian menyiapkan diri seperti belajar. "Dari segi belajar sudah mulai menyiapkan diri dari sekarang untuk tes keesokannya. Sehari sebelumnya jangan kecapekan, harus sarapan pagi, berdoa, dan lain sebagainya," bebernya.

Persiapkan Mental Sebelum Tes CPNS



Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sudah dimulai sejak kemarin. Tentu saja, sebelum mendaftar, persiapan harus dilakukan dari sekarang, agar ketika tes nanti berjalan lancar.

Seperti Sisca Ramela yang baru lulus dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Dia sudah mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan untuk mendaftar CPNS di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) 6 September mendatang.

"Saya mempersiapkan diri dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dan kartu kuning yang diambil di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) sebagai tanda bukti jika kita mau bekerja, serta mengurus ijazah dari SD hingga kuliah. Saya juga menyiapkan diri untuk belajar, yaitu dengan beli buku kumpulan soal tes CPNS mulai dari pertanyaan umum, kesehatan, agama, dan bidang-bidang lainnya," ujar Sisca, saat dihubungi Okezone, Kamis (5/9/2013).

Lebih lanjut, perempuan lulusan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) itu bercerita, selain persiapan-persiapan teknis, dia turut mempersiapkan mental dan banyak berdoa.
"Siapin mental, banyak-banyak berdoa. Kemudian yang harus diperhatikan misalnya ketika pendaftaran CPNS Kemenkes sudah dibuka, langsunglah dicek melalui online di website resmi untuk daftar,  apa saja syarat-syaratnya, dan lain sebagainya," ucapnya.

Hal senada disampaikan Astri Meisenja. Gadis yang mengincar pemerintah daerah Kalimantan sebagai tujuan CPNS-nya itu sudah mulai mempersiapkan diri sejak sekarang.

"Sudah mulai belajar dari sekarang. Saya mempelajari soal-soal Tes Kemampuan umum (TKU). Ada juga tes-tes seperti berita-berita mengenai pemerintah-pemerintah di Indonesia, sejarah di Indonesia. Saya mempelajari buku-buku CPNS, TOEFL, psikotes, tes potensi akademik, dan sebagainya," ungkapnya.

Kemudian, Astri menegaskan, jika kita siap dan sudah belajar, ketika tes kita pasti akan percaya diri. "Jadi mentalnya saja disiapkan, " singkatnya.

Sunday, August 18, 2013

Tanyakan Ini Saat Interview Kerja



Menghadapi interview kerja berarti kita harus memiliki kesiapan menjawab berbagai pertanyaan dari HRD suatu perusahaan. Pertanyaan yang diajukan pun beragam, mulai dari identitas pribadi hingga penguasaan skill profesional.

Tetapi, di akhir sesi interview biasanya interviewer akan memberikan kita kesempatan untuk mengajukan pertanyaan. Nah, jangan segan memanfaatkan kesempatan itu. Supaya enggak salah langkah, simak panduan pertanyaan yang bisa diajukan ke interviewer berikut ini.

1. Bagaimana Anda merayakan prestasi di perusahaan ini?
Konsultan karier Sabrina Ali, seperti dilansir monster.com, Kamis (15/8/2013) menyatakan,  pertanyaan ini dapat memberi gambaran apakah nilai-nilai yang kita miliki sesuai dengan nilai-nilai perusahaan.

2. Dari perspektif Anda, apa dan bagaimanakah definisi sebuah kesuksesan?
Penting diingat, pekerjaan yang menurut kita bagus belum tentu akan dianggap bagus oleh orang lain. "Idealnya, apa dan bagaimana kita mengerjakan sesuatu sesuai dengan cara pandang atasan, sesuai peran kita dalam perusahaan. Jangan segan bertanya bagaimana pekerjaan tersebut seharusnya diselesaikan sesuai standar perusahaan," imbuh Ali.

3. Dapatkah Anda deskripsikan kandidat yang tepat untuk pekerjaan ini?
Pelatih karier Cheryl Palmer memaparkan, ketika interviewer mendeskripsikan karakteristik kandidat terbaik, Anda dapat mengulangi kembali kualifikasi yang Anda miliki sesuai karakteristik tersebut. "Atau Anda bisa juga menambahkan kualifikasi yang belum disampaikan kepada interviewer namun sesuai dengan deskripsi tentang kandidat terbaik tadi," ujar Palmer.

4. Prioritas apa yang dibebankan kepada orang di posisi ini dalam 30 hari pertama?
Pertanyaan ini akan memberikan gambaran prioritas kebutuhan perusahaan. Selain itu, jika mendapatkan pekerjaan tersebut, Anda akan bisa menentukan fokus kerja sehingga dapat mencapai hasil optimal dan menunjukkan bahwa Anda memang kandidat  terbaik untuk posisi tersebut.

5. Jika soal pekerjaan, apa yang membuat Anda terjaga di malam hari?
Konsultan dari Graduates.co.uk Adam Grunwerg menjelaskan, pertanyaan ini akan menunjukkan bahwa Anda tidak takut tantangan. Menurutnya, pertanyaan ini juga akan menunjukkan bahwa Anda fokus untuk berkontribusi dalam kesuksesan perusahaan. "Sangatlah penting menyampaikan pesan bahwa Anda siap memberi. Dan pada saat bersamaan akan membuat Anda terlihat lebih layak diperkerjakan," kata Grunwerg.

6.  Apakah ada kekurangan dalam lamaran pekerjaan yang bisa saya perbaiki sekarang?
Pertanyaan ini sangat berani dan menunjukkan Anda menerima kritik. Dengan mengajukan pertanyaan ini, Anda akan mengetahui kelemahan apa yang perlu diperbaiki dan tidak Anda sadari sebelumnya. "Ini akan meningkatkan kesempatan Anda menutup sesi interview dengan profesi baru di tangan," tutur Grunwerg.

7. Nilai kepemimpinan apa yang Anda lihat dari perusahaan dan berkontribusi dalam kesuksesan Anda?
Direktur Periscope Employee Engagement Tara Meyers menilai, pertanyaan ini memiliki dua makna. Pertama, sebaik apa interviewer mengenal baik kepemimpinan perusahaan. Dan kedua, sejauh mana kesuksesan sang interviewer.  Jawaban atas pertanyaan terakhir ini dapat memberi Anda insight (pemikiran) tentang budaya perusahaan serta apa saja yang memotivasi dan menggerakkan para pekerja.

Sunday, March 10, 2013

Cari Pekerjaan Baru Tanpa Ketahuan Si Bos



Berdasarkan survei terbaru, terbukti lebih dari 25 persen karyawan menghabiskan setidaknya tiga jam seminggu selama di tempat kerja untuk mencari pekerjaan baru. Hampir seperempat dari mereka melakukan wawancara telepon dan 10 persen di antaranya tertangkap basah oleh atasan ataupun rekan kerjanya.

Namun, jika Anda ingin mencari pekerjaan baru tanpa diketahui oleh atasan Anda yang sekarang, Anda dapat mengikuti beberapa tips yang dilansir laman Guardian Careers, Jumat (25/1/2013).

1. Lakukan secara bertahap dengan perbaikan yang konsisten
Jangan menjadi karyawan yang bekerja lembur hingga larut malam dan kemudian meminta cuti beberapa hari setelahnya. Banjir aktivitas secara mendadak akan membuat atasan Anda curiga. Mulailah untuk meningkatkan kinerja Anda, terutama membangun keterampilan yang berguna untuk karir Anda ke depannya.

2. Mulai berpakaian yang sesuai dengan pekerjaan yang Anda inginkan
Perhatikanlah berpakaian seperti apa yang biasanya dipakai oleh karyawan yang bekerja di perusahaan yang Anda inginkan dan mulailah berpakaian seperti mereka. Setidaknya jika perusahaan tersebut menyuruh Anda datang ke perusahaan mereka untuk melakukan wawancara kerja, Anda tidak perlu sibuk bertukar pakaian.

3. Pisahkan kepentingan pribadi dengan kepentingan kantor
Jika Anda mewakili perusahaan untuk menghadiri suatu acara yang dihadiri oleh berbagai perusahaan, jangan menunjukkan kepada mereka bahwa Anda sedang mencari pekerjaan baru. Karena hal tersebut dapat membuat Anda terlihat sebagai orang yang tidak profesional.

Namun, Anda bisa memanfaatkan acara tersebut sebagai momen untuk membangun jaringan dengan orang-orang yang hadir dalam acara tersebut dan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin mengenai perusahaan-perusahaan yang menawarkan pekerjaan yang lebih baik. Kemudian, Anda dapat menghubungi mereka lebih lanjut mengenai pekerjaan yang Anda inginkan melalui email atau telepon. Hal terpenting untuk diingat yakni jangan berikan nomor telepon kantor kepada mereka, tapi berikanlah nomor telepon pribadi Anda.

4. Jangan terburu-buru mengundurkan diri
Janganlah terburu-buru untuk mengajukan surat pengunduran diri kepada atasan. Sebelum melakukan hal tersebut, pastikan Anda sudah mendapatkan panggilan pekerjaan dari perusahaan lain.

5. Bijaksana dalam memilih pekerjaan dan perusahaan
Jangan mengirimkan surat lamaran ke suatu perusahaan tanpa mencari tahu informasi lengkap mengenai perusahaan tersebut. Mungkin saja atasan Anda yang sekarang menjadi salah satu atasan di perusahaan tempat Anda akan melamar. Jika hal tersebut terjadi, maka atasan Anda akan tahu jika Anda sedang mencari pekerjaan baru

 

Friday, January 18, 2013

Jangan Ungkap 13 Kelemahan ini dalam Wawancara Kerja



Tentunya setiap manusia memiliki kelemahan. Memang tidak ada salahnya membuka kelemahan kita di depan orang lain, namun bukan berarti kita mengekspos semua kelemahan diri. Dalam konteks wawancara kerja, kelemahan yang tidak perlu dibuka yaitu yang tidak menunjukkan kualitas pribadi yang baik.

Seperti disitat dari buku 13 Pertanyaan Jebakan Wawancara Kerja, Selasa (25/12/2012), beberapa kelemahan ini tidak boleh diungkapkan dalam wawancara kerja.

1. Mudah Depresi
Karyawan yang mudah depresi karena hal-hal kecil akan menurunkan produktivitas kerjanya.

2. Peragu
Orang-orang peragu dinilai lamban dalam mengambil keputusan. Sedangkan perusahaan membutuhkan karyawan yang bisa mengambil keputusan dengan cepat dan tepat.

3. Kurang Percaya Diri
Apabila seorang karyawan tidak memiliki kepercayaan diri, dia akan mengalami kesulitan dalam berhubungan dengan atasan dan rekan kerjanya.

4. Terlalu Menutup Diri
Orang yang menutup diri cenderung sukar untuk berkomunikasi dengan orang lain. Karyawan berkepribadian seperti ini nantinya akan mengalami kesulitan untuk meraih kesuksesan.

5. Kurang Cekatan
Perusahaan membutuhkan karyawqan yang cekatan, artinya bisa menyelesaikan pekerjaan dengan sempurna dalam waktu yang singkat.

6. Sulit mempelajari hal baru
Orang yang sulit untuk mempelajari hal-hal baru akan sulit untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang dilakukan perusahaan, bahkan mengalami kesulitan dalan perkembangan karirnya.

7. Pemalas
Apabila Anda mengatakan kepada pewawancara bahwa Anda terkadang malas melakukan sesuatu, maka dia akan menilai Anda adalah orang yang pemalas, tidak mencintai pekerjaan, dan asal-asalan.

8. Bekerja sesuai suasana hati
Logisnya, suasana hati seseorang dapat berubah kapan saja. Orang yang bekerja sesuai dengan suasana hati, pasti hasilnya tidak akan maksimal.

9. Kurang Fleksibel
Dalam hal ini, calon karyawan dituntut untuk fleksibel dalam melaksanakan pekerjaannya. Artinya, dia harus bisa bekerja secara individual maupun tim.

10. Banyak Bicara
Perusahaan cenderung tidak menyukai tipe karyawan yang banyak bicara, tetapi sedikit bekerja, apalagi tidak tepat janji. Perusahaan masa kini membutuhkan karyawan yang pandai berjanji, tapi juga pandai menepatinya.

11. Mengikuti Arus
Orang yang mengikuti arus akan dinilai kurang berambisi. Konsekuensinya, dia akan dicap sebagai karyawan yang kurang antusias, kurang mencintai pekerjaan, bahkan tidak memiliki visi dan misi dalam hidupnya.

12. Mudah Tertekan
Perusahaan masa kini memang menuntut karyawannya untuk bisa bekerja di bawah tekanan yang berupa waktu, target bulanan, omzet, dan sebagainya.

13. Bekerja Tanpa Target
Bekerja juga harus memiliki penyelesaian target. Jika Anda terlalu asyik dengan pekerjaan Anda sampai melupakan target tersebut, maka itu akan menjadi kesalahan yang fatal.

Monday, January 14, 2013

Pertanyaan Menjebak Wawancara Kerja


 


JAKARTA - Sebelum menjalani wawancara kerja, tentunya kita penasaran pertanyaan apa yang akan ditanyakan oleh pewawancara, apalagi jika kita merupakan lulusan baru yang belum memiliki pengalaman kerja.


Sebagai fresh graduate yang sedang mencari pekerjaan, akan lebih baik jika kita mempersiapkan diri untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam wawancara kerja dengan lancar. Sedikitnya ada belasan pertanyaan yang sering muncul dalam wawancara kerja seperti disitat dari buku 13 Pertanyaan Jebakan Wawancara Kerja, Senin (24/12/2012).


1. Kekuatan terbesar apa yang Anda miliki?

Tujuan pewawancara mengajukan pertanyaan ini adalah untuk mengetahui sejauh mana Anda mengenali diri sendiri. Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda harus memberikan gambaran positif tentang diri Anda. Ceritakanlah mengenai pengalaman organisasi yang pernah Anda ikuti dan prestasi yang pernah Anda raih.


2. Apakah Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) adalah pertimbangan pertama untuk menerima Anda sebagai karyawan di perusahaan kami?

Jika Anda memiliki IPK yang bagus, jangan ragu-ragu untuk menjawab “Ya”. Namun jika memiliki IPK yang kurang bagus, Anda dapat menjwab pertanyaan ini dengan tambahan mengenai pengalaman, keterampilan, dan karakteristik yang Anda dimiliki. Pasalnya, sekarang banyak perusahaan yang hanya menerima calon karyawan dengan IPK bagus.


3. Anda kuliah di mana? Mengapa Anda memilih fakultas atau jurusan itu?

Meskipun pertanyaan ini terlihat tidak penting, namun sesungguhnya pertanyaan ini ditujukan untuk mengukur tingkat penalaran Anda. Jawablah pertanyaan ini dengan mengatakan bahwa Anda memang menyukai fakultas atau jurusan yang Anda pilih karena pertimbangan praktis.


4. Apakah Anda mencari pekerjaan tetap atau sementara?

Dengan pertanyaan ini, pewawancara ingin mengetahui keseriusan Anda pada posisi yang dilamar. Jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini yaitu, "Saya mencari pekerjaan tetap karena ingin membangun karier di bidang tersebut. Oleh karena itu, saya membutuhkan kesempatan untuk mempelajari bisnis, mencari tantangan baru, dan mempelajari teknik-teknik baru dari para senior yang sudah berpengalaman."


5. Setelah selesai sekolah atau kuliah, mengapa Anda tidak langsung bekerja?

Pertanyaan ini bertujuan mencari tahu hal apa yang Anda cari selama menganggur. Untuk menjawabnya bisa Anda lakukan dengan cara menekankan bahwa Anda tidak sedang mencari gaji yang lebih tinggi, melainkan mencari perusahaan yang mau menerima Anda agar Anda bisa memberikan kontribusi dalam jangka panjang.


6. Pekerjaan apa yang paling Anda sukai?

Bisa jadi pertanyaan ini merupakan pertanyaan jebakan. Nah, ada tiga hal yang harus dilakukan untuk menjawab pertanyaan tersebut; jangan mengatakan ada jenis pekerjaan yang Anda benci, jangan mengatakan situasi yang Anda benci, dan  jika Anda terpaksa menyebutkan suatu pekerjaan, berikanlah jawaban yang netral.


7. Apa rencana kerja Anda di masa depan?

Pertanyaan ini biasanya ditanyakan oleh pewawancara untuk mengetahui rencana kerja Anda selama lima tahun ke depan. Sebaiknya jawablah pertanyaan tersebut seperti ini, "Rencana kerja saya di masa depan adalah mencapai kemajuan. Karenanya, saya berharap dalam beberapa tahun ini saya bisa menjadi sosok profesional yang semakin memahami dunia kerja dan industri."


8. Apakah Anda siap melaksanakan tugas rutin dan bekerja di bawah tekanan kerja?

Ini merupakan pertanyaan jebakan karena pewawancara sering mendapati para lulusan yang tidak menyukai rutinitas. Untuk pertanyaan ini, jangan hanya memberikan jawaban "ya" atau "tidak". Berikanlah jawaban positif seperti, "Tidak ada masalah. Saya memahami bahwa perusahaan ingin menghasilkan keuntungan, karena itu perusahaan menerapkan sistem bisnis regular."


9. Apakah Anda pernah membuat kesalahan atau masalah dengan orang lain?

Pertanyaan ini bertujuan untuk menggali level kegigihan dan kemampuan Anda bertindak sesuai prosedur serta berhubungan dengan kemampuan Anda bekerja dalam tim. Jawaban untuk pertanyaan ini cukup "ya" atau "tidak".


10. Posisi apa yang Anda inginkan dan menurut Anda menarik?

Untuk pertanyaan ini, selain memberitahu posisi apa yang Anda inginkan, berilah alasan kenapa Anda menginginkan posisi tersebut. Alasannya bisa sebagai berikut, "Saya tertarik dengan posisi ini karena memberi saya peluang untuk belajar bisnis lebih mendalam dari orang-orang yang sudah berpengalaman, dan memberi saya peluang untuk berkembang ketika saya mampu membuktikan kualitas profesional dan manajerial."


11. Latar belakang apakah yang Anda miliki agar berhasil dalam bidang pekerjaan ini?

Dalam hal ini, pewawancara ingin mengetahui kesimpulan tentang keahlian Anda. Berikanlah jawaban yang singkat dan padat tentang pekerjaan dan kemampuan Anda.


12. Apakah Anda mempunyai gagasan agar perusahaan ini tetap eksis dan mampu bersaing?

Untuk pertanyaan ini, Anda bisa menjawab, "Tujuan utama perusahaan ini adalah menghasilkan keuntungan sebanyak-banyaknya dengan cepat dan efisien. Oleh karena itu, kita perlu mensinergikan setiap elemen perusahaan ini untuk menciptakan kerjasama yang baik, dan berkesinambungan dengan para pelanggan serta relasi bisnis agar tercipta reputasi yang baik."


13. Apakah Anda memiliki inisiatif atau tekad untuk bekerja?

Anda bisa menjawab pertanyaan ini dengan menceritakan pengalaman Anda ketika bekerja paruh waktu, menjalankan bisnis, atau ketika menjadi bagian dari suatu kegiatan. Di sinilah pewawancara melihat tekad dan kegigihan Anda dalam menyelesaikan pekerjaan.


Jika pewawancara memberi Anda ucapan selamat sesudah wawancara selesai, maka besar kemungkinan Anda lolos dalam tes wawancara

Friday, January 11, 2013

Pertanyaan "Haram" Saat Wawancara Kerja



Kesempatan kita mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan biasanya ditentukan oleh wawancara kerja. Pada saat inilah pelamar kerja harus menampilkan sisi terbaik yang ada pada dirinya.

Selama wawancara berlangsung, terkadang pewawancara memberikan kesempatan bagi Anda untuk bertanya mengenai hal-hal yang berhubungan dengan perusahaan dan posisi yang Anda lamar. Dalam kesempatan inilah terkadang pelamar sering menanyakan hal-hal yang salah, yang justru memberi kesan buruk di mata pewawancara.

Untuk itu, Anda harus mengetahui pertanyaan apa yang sebaiknya disampaikan dan tidak disampaikan kepada pewawancara. Seperti dikutip dari Her Campus, Jum’at (4/1/2013), setidaknya ada beberapa jenis pertanyaan yang seharusnya tidak Anda sampaikan saat wawancara kerja.

Apa yang tepatnya dilakukan oleh perusahaan Anda?
Salah satu hal penting yang harus Anda persiapkan sebelum mengikuti wawancara kerja yaitu mencari tahu informasi mengenai perusahaan tempat Anda melamar. Sebagian besar pewawancara berasumsi bahwa pelamar sudah mengetahu informasi penting mengenai perusahaan mereka. Jika Anda menanyakan pertanyaan tersebut, maka pewawancara akan berpikir bahwa Anda tidak peduli dan tidak meluangkan waktu untuk mencari tahu informasi tentang perusahaan.

Berapa perusahaan akan menggaji saya untuk posisi ini?
Jika pewawancara belum membahas mengenai gaji, jangan pernah Anda menanyakan hal tersebut terlebih dahulu. Dengan mengajukan pertanyaan tersebut, pewawancara akan menilai Anda sebagai orang yang lebih tertarik untuk menuai manfaat dari posisi yang Anda lamar daripada melakukan pekerjaan nantinya dengan baik. Tunggulah sampai pewawancara membahas mengenai gaji, baru Anda boleh berdiskusi tentang penawaran gaji yang Anda inginkan.

Kapan saya bisa mengambil cuti untuk liburan?
Dengan bertanya tentang cuti sebelum Anda mendapatkan pekerjaan tersebut, hanya akan menyiratkan bahwa Anda tidak akan berkomitmen penuh untuk posisi Anda dan membuat Anda menjadi calon karyawan yang kurang diinginkan oleh perusahaan.

Saya harus bekerja berapa jam dalam seminggu? Apakah saya harus bekerja saat akhir pekan?
Ketika Anda bertanya mengenai jam kerja dan kerja ekstra, pewawancara akan berasumsi bahwa Anda berharap untuk bekerja sesedikit mungkin. Jika Anda benar-benar ingin mengetahui jawaban ini untuk mengukur seberapa sibuknya Anda nanti, dapat mengganti pertanyaannya dengan “Apakah ada hari kerja pengecualian dalam posisi ini?”

Setelah bekerja berapa lama baru saya akan dipromosikan untuk naik jabatan?
Pertanyaan ini hanya akan membuat seolah-olah Anda melamar posisi ini hanya untuk mendapatkan jabatan yang tinggi di perusahaan dan Anda tidak tertarik untuk posisi yang Anda lamar. Selain itu, hal tersebut akan menyiratkan bahwa Anda merupakan orang yang terlalu ambisius dan haus akan kekuasaan.

Apakah saya diterima untuk menempati posisi itu?

Dengan mengajukan pertanyaan ini, pewawancara akan menilai Anda sebagai orangyang tidak sabar. Jika Anda ingin memastikan apakah Anda diterima bekerja di perusahaan tersebut, Anda bisa mengganti pertanyaannya dengan “Apakah Anda melakukan beberapa proses seleksi lagi untuk pelamar-pelamar posisi ini?” Dengan menanyakan pertanyaan ini, pewawancara biasanya akan memberikan informasi kepada Anda mengenai hal tersebut, meskipun mereka kurang tertarik kepada Anda.

Pertanyaan lain yang tidak perlu Anda tanyakan saat wawancara kerja antara lain: Dapatkah saya melihat ruang istirahat? Berapa lama waktu makan siang? Apa sanksi yang akan diberikan oleh perusahaan jika saya terlambat? Apakah saya harus menjalani tes narkoba? Apakah di perusahaan ini karyawan bisa mengakses internet? Berapa kali peringatan yang diberikan oleh perusahaan sebelum memecat karyawan?

Selama Anda tidak mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut, kemungkinan besar pewawancara akan menilai Anda sebagai calon karyawan yang patut dipertimbangkan untuk bekerja di perusahaan mereka

Thursday, January 10, 2013

Mau Jadi Kandidat Kuat Saat Melamar Kerja?


 


Perusahaan mempekerjakan karyawan dengan penilaian terhadap campuran sikap, keterampilan, dan pengalaman calon karyawan.


Curriculum Vitae (CV) merupakan media bagi calon karyawan untuk menarik perhatian perusahaan atas kemampuan dan kepribadian yang dimiliki.  Oleh karena itu, Anda harus memanfaatkan CV dengan baik untuk menunjukkan Anda memiliki keterampilan yang dibutuhkan perusahaan secara efektif sehingga perusahaan tersebut merasa jika kita adalah seorang kandidat yang kuat. Sebab, hanya menuliskan keahlian tertentu tidaklah cukup bagi pihak perusahaan. Berikut cara efektif untuk menonjolkan keterampilan yang kita miliki secara efektif melalui CV, seperti dilansir The Guardian, Sabtu (5/1/2013).


Perhatikan kata kunci
Gunakan deskripsi pekerjaan untuk mengidentifikasi keterampilan yang paling penting bagi peran tersebut. Kemudian, pastikan Anda gunakan kata kunci yang tepat. Untuk tugas teknis atau vokasi, Anda dapat membuat daftar keterampilan dalam tabel. Sedangkan untuk pekerjaan lainnya, Anda dapat menggunakan sebagai sub-judul dalam salah satu bagian keterampilan utama atau di bagian sejarah pekerjaan Anda.


Keterampilan umum seperti kerja tim akan efektif jika keterampilan tersebut disebar dalam berbagai aspek, seperti penetapan tujuan, strategi komunikasi, serta perencanaan atau pemantauan. Sorot apa yang Anda lakukan di masing-masing sektor tersebut dan gambarkan dampak atas kontribusi Anda dalam proyek tim tersebut.


Tuliskan semua pengalaman kerja dan berorganisasi
Ketika Anda membaca deskripsi pekerjaan dan mengidentifikasi keterampilan utama, gali seluruh latar belakang Anda yang menunjukan contoh bagaimana Anda menggunakan keahlian itu. Baik dalam bentuk proyek kelompok, studi kasus dari program perkuliahan Anda, kegiatan ekstra-kurikuler, maupun kegiatan sukarela. Tidak perlu mengurangi atau menutupi berbagai kegiatan yang mencerminkan keahlian Anda karena tidak mencerminkan tujuan karier Anda saat ini.


Ikut kursus/pelatihan untuk meminimalisasi kesenjangan pengetahuan
Setelah Anda mengidentifikasi target pekerjaan Anda, perusahaan akan melihat keterampilan atau pengetahuan yang masih kurang sehingga akhirnya menjegal Anda ke tahap wawancara. Cari tahu apa secara detail yang diinginkan perusahaan mengenai kriteria yang dicari perusahaan untuk karyawan di bidang pekerjaan tersebut.


Bila perlu, ikuti kursus atau pelatihan untuk menambah keterampilan Anda. Kemudian, cantumkan berbagai pelatihan, kursus, atau seminar yang pernah Anda ikuti dalam CV sehingga menjadi nilai tambah di mata perekrut.


Surat pengantar
Sebuah surat pengantar memungkinkan Anda untuk menambahkan detail lebih lanjut atas lamaran Anda. Surat pengatar itu menekankan kualitas pribadi, seperti pendekatan pro-aktif untuk memperoleh keterampilan atau etos kerja yang kuat. Fokus pada bagaimana pengalaman dilengkapi dengan keterampilan terkait dapat memberi Anda sebuah bisnis yang berharga atau perspektif komersial.


Tampilkan kesadaran saat wawancara
Saat wawancara, gambarkan diri Anda sebagai pemohon yang tertarik untuk mengisi kesenjangan dan belajar bisnis. Ajukan pertanyaan yang mengungkapkan pola pikir ini, seperti "Keterampilan apa yang dibutuhkan seseorang dalam posisi ini agar dapat melakukan pekerjaannya dengan sangat baik?" atau "Apa saran yang bisa Anda berikan kepada saya untuk meningkatkan kemampuan saya sesuai dengan jenis pekerjaan ini?"

Thursday, December 6, 2012

3 - Cara Sederhana Bikin Anda Betah di Kantor



LINGKUNGAN kerja tidak memberi kenyamanan, namun Anda mencintai pekerjaan Anda? Jangan khawatir, tetap lakukan pekerjaan dengan baik dan usir aura negatif itu dengan cara ini.

Jika Anda seorang pekerja kantoran yang menghabiskan setengah dari waktu Anda di kantor daripada di rumah, sangatlah penting membuat diri sendiri merasa bahagia dan rileks ketika di kantor. Ya, meski berkas kerja menumpuk, memiliki atasan yang menyebalkan, gaji tidak sesuai serta rekan kerja yang berkhianat, tidak berarti Anda mundur dari pekerjaan tersebut. Untuk mengatasinya, ciptakan kebahagiaan diri sendiri dengan cara yang membuat Anda nyaman. Berikut tipnya, seperti dilansir Times of India.

Makan di luar

Bosan dengan makanan di kantin kantor, tidak ada salahnya mencoba makan siang di luar kantor dengan beberapa kolega dan rekan kerja Anda. Ini akan membantu jalinan pertemanan Anda berjalan menyenangkan. Jika Anda tidak suka makan di luar, pesan makanan delivery yang Anda sukai dan dapat meningkatkan mood.

Optimistis

Apa pun yang terjadi dan seberapa besar masalah yang Anda hadapi di kantor, itu semua tidak akan hilang begitu saja layaknya Anda menjentikkan jari. Salah satu cara yang Anda butuhkan ialah tetap optimistis dan lenyapkan pikiran negatif dalam diri Anda.

Ubah sikap Anda

Meski Anda benci pekerjaan, jadikan itu semua menjadi tantangan. Analisis bagaimana Anda dapat mengimprovisasi diri sendiri untuk membuat pekerjaan itu kurang dari kesalahan dan berikan kemampuan maksimal Anda di dalamnya.

Semangat Kerja Mulai Kendur? Motivasi Ini Jawabannya



KEBOSANAN atau kebuntuan ide mulai menyerang gairah kerja Anda? Segera lakukan penyegaran sebelum hal tersebut berkepanjangan dan mengganggu kinerja di kantor.

Memotivasi diri untuk semangat bekerja setiap harinya di lingkungan kantor memang tidaklah mudah. Diperlukan kejernihan pikiran dan suntikan motivasi agar semangat kerja tak mengendur.

Seperti dirilis dari Times of India, Anda perlu mencoba untuk berpikir mengenai ide-ide baru di tempat kerja. Bahkan jika otak sedang tidak dapat berpikir, cobalah untuk melakukan hal-hal kreatif di tempat kerja sehingga dapat menghilangkan kebosanan Anda terhadap pekerjaan. Misalnya, mintalah pada atasan Anda untuk memberikan Anda proyek-proyek yang agak menantang karena dengan tantangan tersebut dapat mengajarkan Anda untuk berada dalam kerangka pikiran yang berbeda dari biasanya.

Cara lainnya, luangkan waktu untuk merenungkan semua pekerjaan Anda bulan lalu, mulai dari yang baik hingga yang buruk. Dengan begitu, Anda akan senang mengetahui telah melakukan apa saja dengan pekerjaan Anda. Renungan ini pun bisa menginspirasi Anda untuk bisa berbuat lebih baik lagi.

Jika ada rekan kerja yang buruk, cobalah melakukan beberapa kegiatan tim atau berjalan-jalan bersamanya selepas bekerja. Tunjukkan pada rekan kerja tersebut bahwa dengan perilaku buruk yang dia lakukan pada Anda justru hal tersebut malah membuat Anda termotivasi sepanjang hari.

Jika ada beberapa hal yang tidak menyenangkan membuat Anda tidak suka di tempat kerja, biarkan semua hal itu berlalu dan mulailah memikirkan tujuan penting untuk jangka panjang kehidupan Anda. Keseimbangan antara kehidupan pekerjaan dengan kehidupan sosial dapat membawa kebaikan bagi semangat kerja Anda di kantor ke depannya.